Rabu, 02 Juli 2014

[1.0] Aktivasi Bentonit Alam Sebagai Bahan Pengisi Pada Komposit Polietilen/High Density Polyethylene (HDPE) Untuk Bahan Teknik

Abstract:
The research of the utilization of pineapple-leaf fibres in the manufacture of gypsum board profiles with the mixture of PCC (Portlandcomposite cement) has been done. Gypsum profiles are made by mixing pineapple-leaf fibres into the stem powder of gypsum and PCC (Portlandcomposite cement) which has been dissolved into the water. The variation needed is between the pineapple-leaf fibres and the gypsum. The comparison used is SNI standard 03-2150 (particle board) and Commercial Jaya Board Gypsum. The optimum variation of gypsum, pineapple-leaf fibres, and PCC is (89:1:10). For the physical characteristic, it was obtained that the maximum density is 1,25 gr/cm3 and the maximum water absorption is 42,56 % (87,5:2,5:10). In fact, the result is not much different with the comparison by the density of 1 gr/cm3 and the maximum water absorption of 50 % SNI 03-2105 (particle board). The characteristic of thermal properties obtained to endothermic temperature of 140ºC and exothermic temperature) of 420ºC and showed a mixture occurred only in a physical bond. The characteristic of mechanical properties with the resulting value of 16,08 MPa MOE,8,900J/m2 impact showed better results than the value of 0,100 MPa (89,5:0,5:10) tensile strength, 10,312 MPa compressive strength.

Abstract (other language):
Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan serat daun nenas (pineapple-leaf fibres) untuk pembuatan profil gipsum dengan campuran PCC (portland composite cement). Profil gipsum dibuat dengan menambahkan serat daun nenas ke dalam campuran gipsum dan PCC yang telah dilarutkan ke dalam air. Variasi yang dilakukan adalah antara serat daun nenas dan gipsum. Pembanding yang digunakan yaitu standar SNI 03-2105 (papan partikel) dan gipsum merek Jaya Board yang komersial. Variasi paling optimum gipsum, serat daun nenas, dan PCC yaitu (89:1:10). Untuk karakteristik sifat fisik diperoleh Densitas maksimum 1,25gr/cm3 dan penyerapan air maksimum 42,56% (87,5:2,5:10), namun hasil ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan densitas 1gr/cm3 dan penyerapan air maks 50% dari SNI 03-2105 (papan partikel). Untuk Karakterisasi sifat panas diperoleh suhu ke arah endothermiknya sebesar 140oC dan nilai maksimum arah eksothermiknya sebesar 420o dan menunjukkan bahwa campuran hanya terjadi ikatan secara fisis. Untuk karakterisasi sifat mekanik dihasilkan MOE) dengan nilai maksimum (16,08 MPa) dan uji impak dengan nilai maksimum (8.900J/m2) nilainya diatas standart profil gipsum Jaya Board, sedangkan Uji tarik dengan nilai maksimum 0,100MPa, (89,5 :0,5 :10), dan uji Tekan diperoleh nilai maksimum (10,31 MPa). *

Keywords:
Pineapple-leaf fibres
Gypsum board
physical properties
mechanical properties
DTA
[
MT - Physics]
Silakan download disini

cara download

Senin, 02 Juni 2014

[[2] Gambaran Kepuasan Berwirausaha pada Wanita Single Mother

Jamilah, Siti

Abstract:
In general, the financial situation of a single mother less than adequate to fill their needs than when they have a husband. Entrepreneurship may be an option for single mother to fill their needs. When entrepreneur can handle the business they want smoothly and properly, they will feel the satisfaction on entrepreneurship. However, from the facts found in the literature and field study, there were some differences in the satisfaction of entrepreneurship on single mothers because of several things. This study aims to look at how the description of entrepreneurship satisfaction on single mother. To answer these phenomena, the researcher used the theory of Longenecker et al, (2001) and Carree and Verheul (2011). The procedure of data collection done by construct operational sampling. Methods of data collection used are in-depth interviews with semi-structured characteristic. Results showed that subjects 1 and 2 do not feel the satisfaction on entrepreneurship, whereas subject 3 feel the satisfaction on entrepreneurship. Subjects 1 and 2 do not satisfied with their income because the income they got from entrepreneurship does not fully fulfill the family needs. Subject 1 is also not satisfied with the business because she cannot manage her working time freely. Subject 2 is not satisfied with the business because she does not have leisured time since she always used the time for the business in order earns a great income. On the contrary, subject 3 is satisfied with the acquired business due to a large income earned and the subject can freely organize her time for business and she still has time for leisure.

Keywords:
Entrepreneurship Satisfaction,
Single Mother

silakan download disini

cara download

[[1] Penyesalan Pasca Pembelian Ditinjau Dari Munculnya Disonansi Pasca Pembelian Pada Konsumen Smartphone Perempuan

Winata, Raja Maspin

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disonansi pasca pembelian terhadap penyesalan pasca pembelian. Subjek dalam penelitian ini adalah 90 konsumen smartphone perempuan yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala post-purchase dissonance dari Ginting (2009) yang disusun berdasarkan aspek teori yang dikemukakan oleh Sweeney, Hausknecht, dan Soutar (2000) dan skala post-purchase regret yang diadaptasi dari aitem-aitem PPCR Scale Lee dan Cotte (2009). Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji analisa regresi. Hasil analisa data yang diperoleh dari uji analisa regresi menunjukkan bahwa variabel disonansi pasca pembelian merupakan prediktor positif dari variabel penyesalan pasca pembelian. Penelitian ini memberikan informasi terhadap konsumen maupun produsen agar dapat mereduksi disonansi pasca pembelian sehingga penyesalan pasca pembelian tereduksi pula.

Abstract (other language):
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disonansi pasca pembelian terhadap penyesalan pasca pembelian. Subjek dalam penelitian ini adalah 90 konsumen smartphone perempuan yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala post-purchase dissonance dari Ginting (2009) yang disusun berdasarkan aspek teori yang dikemukakan oleh Sweeney, Hausknecht, dan Soutar (2000) dan skala post-purchase regret yang diadaptasi dari aitem-aitem PPCR Scale Lee dan Cotte (2009). Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji analisa regresi. Hasil analisa data yang diperoleh dari uji analisa regresi menunjukkan bahwa variabel disonansi pasca pembelian merupakan prediktor positif dari variabel penyesalan pasca pembelian. Penelitian ini memberikan informasi terhadap konsumen maupun produsen agar dapat mereduksi disonansi pasca pembelian sehingga penyesalan pasca pembelian tereduksi pula.


Keywords: 
Disonansi Pasca Pembelian,
Penyesalan Pasca Pembelian,
Smartphone

Silakan Download Disini

Cara Download

Jumat, 30 Mei 2014

[23] Analisis Unjuk Kerja Jaringan Pada Sistem CDMA (Studi Kasus Telkom Flexi Medan).


Abstract:
Teknologi seluler yang bersifat mobile saat ini berkembang begitu pesat seiring dengan kebutuhan informasi yang semakin tinggi sehingga diperlukan kualitas jaringan yang memadai. Pada tugas akhir ini akan dianalisis unjuk kerja jaringan CDMA dengan operator Flexi berdasarkan persentase tingkat kesuksesan panggilan, call drop, soft handoff dan juga tingkat Key Performance Index (KPI) meliputi EcIo Level, Mx Power, Tx Power, FFER sebagai parameter yang menunjukan kinerja dari sebuah jaringan operator seluler CDMA. Dari analisis diketahui bahwa kinerja jaringan pada cluster 2 meliputi (Medan Amplas, Medan Sunggal, Medan Baru) masih dalam kondisi yang memenuhi standar lebih baik dibandingkan cluster 7 meliputi (Lubuk Pakam, Batang Kuis, Perbaungan, Talun Kenas, Langkat atau yang tergolong sub urban). Diperoleh nilai KPI terendah pada cluster 7, -15 dB≤ Ec/Io ≥ -12 dB, -115 dBm ≤ Mx Power ≥ -95 dBm, -10 dBm ≤ Tx Power ≥ 15 dBm lebih banyak dibandingkan cluster 2, dan nilai FFER pada cluster 7 mencapai 50.7 % . Persentase nilai CSSR cluster 2, CSSR ≤ 99% sebesar 23%, CSSR ≥ 99% sebesar 76% dan pada cluster 7, CSSR ≤ 99% sebesar 77.2%, CSSR ≥ 99% sebesar 22.7% . Persentase nilai CDR pada cluster 2 memenuhi standar network performance improvement yaitu ≤ 2% sedangkan pada cluster 7 area BTS MARTABE dan ARAS KABU memiliki nilai CDR ≥ 2%. Persentase nilai soft handoff Intra_BS cluster 2 dan cluster 7 mencapai nilai rata-rata sedangkan soft handoff inter_BS tidak merata. Hal ini menunjukkan unjuk kerja jaringan pada cluster 7 masih kurang maksimal karena tidak sesuai dengan standar normal sehingga perlu dilakukan optimalisasi agar kualitas jaringan semakin baik.

Keywords:
Informasi,
Teknologi

Silakan Download Disini

Cara Download
[22] Studi Kualitas Video Streaming Dengan Menggunakan Flexipacket Radio.

Fadly, Auliya

Abstract:
Saat ini sistem komunikasi dengan mengunakan Video Streaming seringkali menjadi alternatif dalam berkomunikasi. Salah satu software pilihan untuk layananan Video Streaming adalah Windows Media Encoder yang dapat dimanfaatkan sebagai software server dan software VLC (VIdeoLAN Client) yang dapat dimanfaatkan sebagai software Client Video Streaming. Terdapat beberapa format Video Streaming yang tersedia di layanan internet seperti FLV, Mp4, AVI dan lain-lain. Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisis implementasi Video Streaming menggunakan perangkat NSN FlexiPacket Radio yang ada di Laboratorium Sistem Komunikasi Radio Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Pada penelitian ini diamati layanan Video Streaming menggunakan Windows Media Encoder dengan memvariasikan bandwidth untuk mengamati kualitas video yang dihasilkan berupa packet loss, delay dan throughput. Adapun format Video Streaming yang diuji pada penelitian ini adalah FLV (Flash Video) dan Mp4. Dengan mengacu kepada kualitas Video Streaming yang ditetapkan standart ITU-T G. 1010 mengenai parameter QoS dan melakukan pengujian dengan variasi bandwidth 64 Kbps, 128 Kbps, 256 Kbps, 320 Kbps, 384 Kbps dan 448 Kbps maka diperoleh bahwa. Video Streaming dengan format FLV (Flash Video) sudah memiliki kualitas yang baik pada minimum bandwidth 320 Kbps. Sedangkan Video Streaming dengan format video Mp4 sudah memiliki kualitas yang baik pada minimum bandwidth 384 Kbps.

Keywords: 
Video Streaming,
VLC (VIdeoLAN Client),
Flexipacket Radio,

Silakan Download Disini

Cara Download

Kamis, 29 Mei 2014

[21] Simulasi Model Antena Mikrostrip PATCH Segi Empat Dengan Pencatuan Aperture Coupled Untuk Aplikasi WIMAX 2,35 GHz.

Authors: Batubara, Giat Fransisco

Abstract (other language):
Teknologi wireless yang ada saat ini adalah teknologi WiMAX. WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Acces) merupakan teknologi wireless yang menawarkan jasa telekomunikasi dengan bandwidth yang lebar dan bit rate yang besar sehingga mampu menyediakan berbagai aplikasi meliputi suara, video dan data dengan kecepatan yang tinggi. Untuk mencakup area yang sangat luas serta mampu melayani subscriber dengan keadaan Line Of Sight (LOS) maupun Non-Line Of Sight maka dibutuhkan salah satu perangkat pada sistem WiMAX adalah antenna. Salah satu antena yang digunakan pada sistem WiMAX ini adalah antena mikrostrip. Antena mikrostrip merupakan antena yang sangat popular memiliki keunggulan dan memenuhi permintaan akan antena yang kecil dan ringan sehinggan kompatibel dan mudah diintegrasikan. Antena mikrostrip terdiri dari 3 komponen yaitu patch yang merupakan lapisan teratas, substrat yang menggunakan bahan dielektrik,dan groundplane yang merupakan bagian paling bawah. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah merancang bangun sebuah antenna mikrostrip patch segi empat dengan pencatuan aperture coupled yang dapat digunakan untuk aplikasi WiMAX . Antena mikrostrip yang dihasilkan bekerja pada frekuensi 2,35 GHz.

Keywords:
Antena,
Model Cavity

Silakan Download Disini


Cara Download
[20] Studi Mengenai Penetapan Titik Jenuh Pada Sebuah Generator Sinkron

Authors: Noveryanto, Parulian Sandy

Abstract (other language):
Generator sinkron sebagai alat konversi energi mekanik listrik menyandarkan proses konversi energi melalui medium medan magnet (fluks magnet). Tergantung pada kualitas inti magnet yang digunakan, inti magnet akan mengalami kejenuhan pada besar fluks magnet tertentu. Berdasarkan rancangannya, generator sinkron beroperasi sedikit pada daerah knee dari kurva magnetisasi (kurva B-H). Sangatlah penting memprediksi titik kejenuhan inti magnet pada generator. Dalam tulisan ini, titik jenuh bahan inti generator sinkron ditentukan dengan pengujian di PT.MORAWA ELECTRIC TRANSBUANA. Bahan inti generator sinkron yang akan diuji adalah baja silikon HI-B Grade menggunakan Epstein Frame Test. Dari hasil pengujian diperoleh hasil : daerah linier berada daerah linier berada antara B = 0 sampai B = 244,3 Tesla, daerah knee berada antara B = 244,3 Tesla sampai B = 278,2 Tesla. Mulai B = 278,2 Tesla, material baja silikon yang diuji mulai mengalami kejenuhan sampai benar-benar jenuh pada B = 288,6 Tesla.

Keywords:
Generator Sinkron,
Material Magnet,
Kurva B-H,
Epstein Frame Test,


Silakan Download Disini
Cara Download

Kamis, 22 Mei 2014

Usulan Perbaikan Efektivitas Mesin Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Efectiveness Sebagai Dasar Penerapan Total Productive Maintenance Di PT. Wika

Authors: Cut Lisna Wati

Abstract:
PT. WIKA merupakan suatu badan usaha milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang usaha konstruksi, realiti perdagangan dan industri yang juga tidak terlepas dari masalah yang berkaitan dengan efektifitas mesin/peralatan yang diakibatkan oleh six big losses tersebut. Hal ini dapat terlihat dengan frekuensi kerusakan yang terjadi pada mesin/peralatan karena kerusakan tersebut target produksi tidak tercapai. Oleh karena itulah diperlukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam pemeliharaan mesin/peralatan untuk dapat menanggulangi dan mencegah masalah tersebut. Fungsi mesin/peralatan yang digunakan dalam proses produksi akan mengalami kerusakan sejalan dengan semakin bertambahnya usia mesin dan penurunan kemampuan mesin dan peralatan tersebut, meskipun dengan demikian umur pemakaian dan kegunaan dari mesin tersebut dapat diperpanjang dengan penerapan metode perbaikan secara berkala melalui suatu aktifitas pemeliharaan (maintenance) yang tepat. Total Productive Maintenance (TPM) adalah salah satu metode yang dikembangkan di Jepang yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin/peralatan secara efektif. Dalam penelitian ini objek yang diteliti adalah mesin Mixer Batching Plan Tahapan pertama dalam usaha peningkatan efisiensi produksi pada perusahaan ini adalah dengan melakukan pengukuran efektifitas mesin Mixer Batching Plan dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectifitas (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE six big losses dan dari faktor six big losses tersebut dicari faktor terbesar yang mengakibatkan rendahnya efisiensi. Data yang digunakan adalah data enam bulan terakhir, yaitu mulai bulan November 2008-April 2009. Hasil perhitungan menunjukan bahwa terjadi fluktuasi nilai OEE tiap bulannya. Nilai OEE terendah terjadi pada Februari 2009, yaitu sebesar 69,25% dan OEE terbesar terjadi pada bulan Januari 2009 sebesar 87,97%.

Keywords:
Efektivitas mesin,
Overall equipment efectiveness,
Total productive maintenance

Silakan download Disini

Cara download





Ulasan Perbaikan Tata Letak Lantai Produksi Pada PT. Bluescope Lysaght Indonesia

 Authors: Tarigan, Hardianta
Abstract:
PT. BlueScope Lysaght Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan produk bahan konstruksi baja ringan. Adapun kebijakan yang dipilih oleh PT. BlueScope Lysaght Indonesia dalam melaksanakan proses pembuatan bahan konstruksi baja ringan berdasarkan pesanan (Job Order). Dalam kegiatan produksi pada PT. BlueScope Lysaght Indonesia, pemindahan bahan merupakan suatu kegiatan yang dominan. Tata letak pada PT. BlueScope Lysaght Indonesia yang sekarang memiliki efektifitas waktu yang rendah akibat kegiatan pemindahan bahan yang kurang efisien. Maka dengan demikian perlu dicoba mencari alternatif susunan tata letak yang lebih baik, yang mampu melakukan kegiatan pemindahan bahan dengan lebih efisien, dengan jarak yang sependek-pendeknya. Pada perancangan tata letak usulan terdapat rancangan I yang memiliki total momen Material Handling adalah 110.052 meter perpindahan/tahun. Pada rancangan II total momen Material Handling adalah 108.832 meter perpindahan/tahun. Pada rancangan III total momen Material Handling 92.191 meter perpindahan/tahun. Rancangan IV total momen Material Handling setelah dilakukan iterasi sebanyak 3 kali, maka didapat layout dengan total momen Material Handling sebesar 84.837,39 meter perpindahan/tahun. Analisa momen Material Handling pada rancangan I sebesar -2,983%, rancangan II -3,713%, rancangan III sebesar 13,731% dan rancangan IV sebesar 20,612%. Sedangkan usulan Material Handling berdasarkan tata letak lantai produksi yang diusulkan adalah menggunakan lintasan fleksibel dengan kombinasi alat pemindahan bahan forklift dan crane yang ditambah jalur lintasannya.


Keywords:
Perbaikan Tata Letak Lantai Produksi

Silakan Download Disini

Cara download






Rabu, 21 Mei 2014

Daftar Isi Judul

*****************DAFTAR ISI JUDUL SKRIPSI ***************

SKRIPSI MECHANICAL ENGINEER
  1. Uji Performansi Turbin Angin Sebagai Penggerak Aerator Di Tambak Udang
  2. Kajian Performansi Mesin Genset Otto 1 Silinder Dengan Bahan Bakar Campuran Premium Dan Super Fuel.
  3. Simulasi Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Menggunakan Profil  Sudu Naca 4415 Terhadap Variasi Panjang Chord Dan Tip Speed Ratio Dengan Software Cfd.
  4. Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 0012 Dan Analisa Perbandingan Efisiensi Menggunakan Variasi Jumlah Sudu Dan Sudut Pitch.
  5. Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 0018 Dan Analisa Perbandingan Efisiensi Menggunakan Variasi Jumlah Sudu Dan Sudut Pitch
  6. Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 4415 dan analisa perbandingan menggunakan variasi jumlah sudu dan sudut PITCW.
  7. Uji Performansi Turbin Vortex Menggunakan Variasi Dimensi Sudu 2 Dan 3 Dan Luas Saluran Buang Serta Ketinggian Dari Dasar Casing.
  8. Uji Performansi Turbin Vortex Dengan Pengaruh Variasi Dimensi Sudu Dan Analisa Perbandingan Menggunakan Variasi Saluran Buang.
  9. Studi Kekuatan Tarik Las Dari Bahan Plat dasar Aluminium - Magnesium
  10. Perancangan Tabung Impedansi Dan Kajian Eksperimental Koefisien Absorpsi Paduan Aluminium-Magnesium.
  11. Kajian Eksperimental Pengukuran Transmission Loss dari Paduan Aluminium-Magnesium Menggunakan Metode Impedance Tube.
  12. Analisa Kerusakan Pada Pompa Vertikal Tipe Tait Model 15 Bch-3 Dengan Kapasitas 150 L/J Di Pdam Tirtanadi Sunggal
  13. Variasi Komposisi Blowing Agent terhadap Kekuatan Material Beton Ringan (Concrete Matrix ) Yang diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Akibat Beban Statik.
  14. Analisa Performansi Turbin Vortex Dengan Variabel Debit Air Masuk, Luas Lubang Buang Dan Dimensi Sudu (Sudu I Dan Sudu III) Dengan Menggunakn Perangkat Lunak CFD.
  15. Simulasi Dan Eksperimental Gaya Pemotongan Mata Pisau Alat Pemanen Sawit.
  16. Pembuatan Alat Penguji Kapasitas Adsorpsi Pada Mesin Pendingin Adsorpsi Dengan Menggunakan Adsorben Karbon Aktif.
  17. Rancang Bangun Alat Penguji Kapasitas Adsorpsi Adsorben Alumina Aktif Terhadap Refrigeran.
  18. Pengaruh Struktur Mikro terhadap Sifat Mekanis Baja Stainless Steel M303 Extra untuk Bahan Mata Pisau Pemanen Sawit.
  19. Pengaruh Proses Termomekanik Terhadap Sifat Mekanis Baja Bohler K-110 Knl Extra Untuk Bahan Mata Pisau Pemanen Sawit.
  20. Pengaruh Carburizing Dan Nitriding Terhadap SifatMekanis Pada Baja Bohler K460, Bohler K110 Knl Extra, Bohler Vcn 150 Dan Hss Untuk Bahan Mata Pisau Pemanen Sawit.
  21. Desain Dan Analisis Velg Mobil Berbasis Aluminium Alloy
  22. Studi Eksperimental Dan Simulasi Ansys 12 Pembuatan Aspal Polimer Dengan Perbandingan Campuran Polistirena Pada Aspal 0:50, 5:45, 15:35, 25:25 Dengan Agregat 300 Gr Pasir.
  23.  Perancangan Turbin Uap Penggerak Generator Listrik dengan Daya 80 MW pada Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap 
  24. Teknik Pengecoran Logam Perancangan Pola Worm Screw Dengan Proses Pengecoran Menggunakan Cetakan Pasir Untuk Pabrik Kelapa Sawit.
SKRIPSI ELECTRICAL ENGINEER
  1. Studi pengaruh perubahan tegangan input kapasitas Angka motor hoisting” ( aplikasi pada workshop PT. Inalum )
  2. Analisis Kinerja Routing Dinamis Degan Teknik OSPF(Open Shortest Path First) Pada Topologi Mesh Dalam Jaringan Lan (Local Area Network) Menggunakan Cisco Packet Tracer. 
  3. Analisis Kinerja Jaringan Atm Menggunakan Simulator Opnet.
  4. Analisis Pemanfaatan Antena TV Kabel Untuk Memperkuat Penerimaan Sinyal Second Carrier Frekuensi 2100 Mhz Pada Layanan Data Provider Telkomsel.
  5. Pengaruh Jumlah dan Jarak Mesh Perisai Terhadap Induksi Tegangan Tinggi pada Saluran Tegangan Rendah.
  6. Perancangan Alat Pemberi Makan Ikan Otomatis dan Pemantau Keadaan Akuarium Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535.

SKRIPSI TEKNOLOGI MEKANIK INDUSTRI

Rancangan Turbin Uap Penggerak Generator Kapasitas 1 MW Pada Pabrik Kelapa Sawit

Authors:Barus, Deni Prilando
Abstract: 
Energi merupakan unsur yang sangat penting dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sejalan dengan meningkatkan taraf hidup serta kuantitas dari masyarakat, kebutuhan terhadap energi semakin meningkat. Sekarang ini, konsumsi energi kelihatannya berhubungan langsung dengan tingkat kehidupan penduduk serta derajat industrilisasi suatu Negara. Salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah energi listrik, sebab energi ini dapat dengan mudah dan efesien dikonversikan menjadi bentuk energi yang lain. Energi listrik dapat dihasikan dengan menggunakan mesin-mesin konversi energi, yang salah satu jenisnya adalah turbin uap. Turbin uap termasuk dalam kelompok pesawat-pesawat konversi energi yang mengubah uap menjadi energi mekanik pada poros turbin. Sebelum dikonversikan menjadi energi mekanik terlebih dahulu dikonversikan menjadi energi kinetik dalam nozel (pada turbin impuls) atau pada dalam nozel dan sudu–sudu gerak (pada turbin reaksi). Poros turbin, langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung dengan mekanisme yang digerakkan, turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang industri, dan untuk pembangkit tenaga listrik.

Keywords: 
Turbin Uap
Penggerak Generator
Pabrik Kelapa Sawit


Silakan Download Disini

cara Download

Selasa, 20 Mei 2014

Perhitungan Total Biaya Logistik Berdasarkan Model Matematis Yang Mempertimbangkan Jumlah, Lokasi, Dan Cakupan Distribusi Gudang Produk 
Di PT. Central Proteina Prima

Authors: Simanjuntak, Josua R
Abstract: 
Hampir setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut perusahaan memerlukan perencanaan dan juga pengendalian biaya. Saat ini persaingan bisnis lebih berfokus pada efisien biaya. Dengan mengefisienkan biaya perusahaan, mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari yang sebelumnya. Masalah yang dihadapi oleh PT. Central Proteina Prima saat ini adalah tingginya biaya logistik perusahaan tersebut dibandingkan dengan biaya logistik yang dikeluarkan perusahaan sejenis untuk lokasi yang sama. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pengembangan model matematis biaya logistik yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya untuk mencari total biaya logistik di PT.Central Proteina Prima Medan. Penulis mengaplikasikan model matematis biaya logistik berdasarkan zona konsumen yang telah ditetapkan. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap keenam lokasi gudang yaitu, Langkat I, Langkat II, Deli Serdang I, Deli Serdang II, Asahan I, dan Asahan II maka didapatkan rata-rata total biaya logistik sebesar Rp. 260.146.066. Sedangkan perhitungan yang dilakukan dengan cara perusahaan didapatkan rata-rata total biaya logistik sebesar Rp. 283.074.238. Selisih yang nilai total biaya logistik dengan kedua cara perhitungan tersebut adalah Rp. 22.928.172. Efisiensi biaya yang diperoleh dari model matematis perhitungan total biaya logistik adalah sebesar 8,1%.

Keywords: 
Gudang
Biaya Logistik
Penentuan Total Biaya Logistik
Zona Konsumen

Silakan download Disini

cara download
Perbaikan Rancangan Produk Dengan Menggunakan Integrasi Metode Kansei, QFD dan Axiomatic Design

Authors: Liman, Johan
Abstract:
Jumlah penduduk rumah tangga yang semakin meningkat dan tingginya persaingan antara perusahaan spring bed memaksa perusahaan harus melakukan inovasi terhadap produk spring bed. Penurunan penjualan spring bed PT. Ocean Centra Furnindo diakibatkan adanya keluhan konsumen dimana perancangan produk tersebut kurang sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Perancangan produk spring bed yang sesuai dengan voice of customer menjadi satu kunci keberhasilan dalam pengembangan produk pada metode Kansei Engineering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan atribut karakteristik produk dimana responden diminta untuk mengisi perasaan ataupun citra mereka terhadap kata-kata kansei (kansei words). Metode Kansei Engineering menghasilkan 6 atribut utama seperti ukuran panjang dan lebar spring bed, ketebalan foam matras pada spring bed, variasi warna pada spring bed, bahan utama yang digunakan pada divan ataupun sandaran spring bed, bentuk ujung pada sandaran ataupun divan serta fungsi tambahan yang ditambahkan pada produk spring bed 6 feet. Metode quality function deployment menterjermahkan keinginan konsumen (voice of customer) tersebut terhadap karakteristik teknis pada proses produksi. Densitas busa, kesesuaian dimensi dan maintainable design merupakan bagian dari karakteristik teknis yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi dibandingkan dengan karakteristik teknis lainnya. Ketiga karakteristik tersebut dibagi hingga ke level 2 dan kemudian dipetakan (mapping) sampai matriks tersebut berbentuk triangular matrix ataupun uncoupled atau decoupled design. Nilai konten informasi aktual perusahaan didapatkan sebesar 0,01246 sedangkan nilai konten informasi desain didapatkan sebesar 0,23958 yang menandakan bahwa terjadi peningkatan nilai konten informasi sebesar 0,22712 yang menunjukkan bahwa desain telah meningkat dibandingkan dengan kondisi aktual pada saat ini.

Keywords: 
Kansei Engineering
QFD
Axiomatic Design
Usulan Perbaikan Rancangan

Silakan Download Disini

cara download

Minggu, 18 Mei 2014

Perilaku Seksual Bebas Remaja Di Kecamatan Medan Tembung

Authors: Siregar, Yeni Rahmah
Abstract:
Unhealthy free sexual behavior among teenagers especially unmarried teenagers tends to increase, Depkes RI survey (2008), from 33 provinces in Indonesia indicates that 63% of teenagers had had sex. This research aims to describe the free sexual behavior of teenagers with a descriptive design. The samples in this research were teenagers at the Medan Tembung District as many as 97 people. Samples were taken by purposive sampling method of data collection. The result showed that the free sexual behavior of teenagers is bad with the low knowledge category about free sexual as much as 46.4%, teenagers bad attitudes about sexual as much as 58.8%, teenagers action about free sexual behavior is bad as much as 51.5% . It is expected for the school and parents to be more active in monitoring teenagers getting information through the mass media and electronic and explain to teenagers about the effects of sexual behavior.Abstract (other language):
Perilaku seksual bebas yang tidak sehat dikalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat, hasil survei Depkes RI (2008), dari 33 provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa 63% remaja pernah berhubungan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang perilaku seksual bebas remaja dengan desain deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja di Kecamatan Medan Tembung sebanyak 97 orang. Sampel diambil dengan metode pengambilan data purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perilaku seksual bebas remaja adalah buruk dengan kategori pengetahuan remaja tentang seksual bebas kurang sebanyak 46,4%, sikap remaja tentang seksual bebas buruk sebanyak 58,8%, tindakan remaja tentang perilaku seksual bebas buruk sebanyak 51,5%. Dengan demikian diharapkan kepada pihak sekolah dan orang tua agar lebih aktif mengawasi remaja mencari informasi melalui media masa dan elektronik dan menjelaskan kepada remaja tentang dampak dari perilaku seksual bebas.Keywords:Free Sexual Behavior
Teenager
URL: 
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/40987
Analisa Penentuan Tegangan Terminal Generator Sinkron 3 Fasa Dan Perbaikan Faktor Daya Beban Menggunakan Metode Pottier

Authors: Sebayang, Fahdi Ruamta

Abstract (other language): Generator sinkron merupakan mesin listrik yang merubah energi mekanis berupa putaran menjadi energi listrik bolak balik (AC), Energi mekanis diberikan oleh penggerak mulanya. Sedangkan energi listrik bolak balik (AC) akan dihasilkan pada rangkaian jangkarnya. Dengan ditemukannya Generator Sinkron, telah memberikan hubungan yang penting dalam usaha pemanfaatan energi yang terkandung dalam batu bara, gas, minyak, air uranium kedalam bentuk yang bermanfaat yaitu listrik dalam rumah tangga dan industri. Dalam kondisi berbeban generator sinkron akan bervariasi tergantung pada faktor daya beban. Perubahan beban dapat terjadi sewaktu-waktu pada system. Akibat perubahan beban yang dilayani oleh generator sinkron akan mempengaruhi tegangan dan daya keluaran dari generator tersebut. Sehingga menyebabkan perubahan tegangan terminal dan efisiensi. Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas analisa penentuan tegangan terminal generator sinkron 3 fasa dan perbaikan faktor daya beban induktif menggunakan metode pottier.
Keywords: generator sinkron
penentuan tegangan terminal
faktor daya beban
metode pottier

URL :
Silakan download disini

Cara Download





















Jumat, 02 Mei 2014

[19] Analisi Pengaruh Frekuensi Terhadap Redaman Pada Kabel Koaksial.

Authors: suryanto

Abstract (other language): 
Kabel koaksial merupakan salah satu jenis saluran transmisi yang secara praktis mempunyai bidang aplikasi yang luas. Dari struktur penampang kabel, didapati tiga komponen utama: penghantar dalam, penghantar luar dan dielektrik pengisolir kedua penghantar tersebut. Kabel koaksial memiliki dua macam redaman yaitu redaman konduktor dan redaman dielektrik. Pada Tugas Akhir ini akan dibahas tentang pengaruh frekuensi terhadap redaman pada kabel koaksial. Parameter yang akan dianalisis di sini adalah redaman konduktor dan redaman dielektrik dari kabel koaksial. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapatkan bahwa semakin tinggi frekuensi yang diberikan pada kabel koaksial maka redaman pada konduktor dan dielektrik akan semakin besar. Seiring kenaikan frekuensi, besar redaman konduktor yang dipengaruhi oleh konduktivitas bahan dan diameter konduktor akan bertambah secara kuadratik sedangkan redaman dielektrik yang besarnya bergantung pada jenis dielektrik bertambah secara linier. Redaman konduktor bahan tembaga pada frekuensi 1 GHz, 2 GHz, 3 GHz berturut-turut adalah 0,258 dB/m, 0,364 dB/m, 0,446 dB/m. sedangkan redaman dielektrik Teflon pada frekuensi yang sama 0,02 dB/m, 0,039 dB/m, 0,059 dB/m. Pada frekuensi rendah redaman sangat bergantung pada konstruksi kabel atau diameter kabel, namun pada frekuensi tinggi (biasanya di atas 10 GHz) jenis dielektrik mempunyai pengaruh yang besar terhadap redaman.

Keywords: 
frekuensi terhadap redaman,
Kabel koaksial

URL : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3813

Silakan Download Disini 

Cara Download
[18] Analisis Arus Netral Pada Sistem Tiga Fasa Empat Kawat Dengan Beban Satu Fasa Non Linier.

 Authors: Fakhrurrazi
Abstract: 
Arus netral dalam sistem distribusi tenaga listrik dikenal sebagai arus yang mengalir pada kawat netral di sistem distribusi tegangan rendah tiga fasa empat kawat. Arus netral ini akan muncul jika kondisi beban tak seimbang dan karena adanya arus harmonisa akibat dari beban non-linear yang semakin berkembang digunakan saat ini. Tugas akhir ini akan membahas analisis arus netral yang ditimbulkan oleh beban non linier, dalam hal ini lampu hemat energi yang dikondisikan dalam keadaan seimbang dan tidak seimbang. Pada Percobaan saat kondisi beban seimbang besar arus harmonisa ketiga pada penghantar netralnya adalah tiga kali dari arus harmonisa sejenis pada masing-masing penghantar fasanya. Nilai arus netral pada harmonisa pertama dan kelima mendekati nol pada saat kondisi beban seimbang dan meningkat seiring meningkatnya ketidak seimbangan pada beban.

Keywords: 
Arus Netral,
Harmonisa,
Beban Non Linier

URL : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3829

Silakan Download Disini 

cara download
[17] Optimisasi Jumlah Produksi CPO dengan Biaya Minimum melalui Pendekatan Linear Programming Di PTPN IV Kebun Air Baru.

 Authors: Sianturi, Antonius
Abstract: 
Penentuan kebijakan dalam perencanaan produksi membutuhkan dasar pertimbangan yang tepat. Dimana, tidak cukup hanya berdasarkan pertimbangan empiris melainkan dibutuhkan sebuah dasar teoritis berdasarkan metode keilmuan. PTPN IV Kebun Air Batu merupakan perusahaan perkebunan dan pengolahan TBS (Tandan Buah Segar). Instruksi kebijakan produksi dalam rangka memenuhi permintaan CPO (Crude Palm Oil) umumnya dilakukan berdasarkan pertimbangan empiris sehingga dibutuhkan sebuah pertimbangan teoritis untuk membantu manajemen perusahaan dalam mengambil kebijakan yang tepat. Penelitian ini merupakan aplikasi model linear di dalam perusahaan perkebunan untuk menentukan biaya produksi CPO minimum pada tingkat produksi yang optimum dengan menggunakan metode Linear Programming yang dapat dipakai dalam melakukan perencanan produksi. Fungsi obyektif yang diuji adalah Min Z =  1.936.620X_11 + 1.567.890X_21 + 1.895.290X_12 + 1.471.970X_22 + 369.174X_31 + 55.380X_41 + 403.575X_32 + 60.540X_42 + 4.697.520X_51 + 5.226.520X_52 + 22.243.679X_61 + 29.441.194X_62 . Dalam pengujian model, beberapa kendala menyebabkan model sulit untuk dipecahkan yaitu pada kendala ketersediaan TBS. Untuk itu dilakukan relaksasi pada model dengan menghapus kendala yang menyebabkan model sulit untuk dipecahkan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan 5 metode dalam linear programming. Dari lima metode terdapat 4 metode memberikan hasil yang sama yaitu jumlah produksi CPO sebesar 14763 ton dengan biaya minimum sebesar Rp 114.258.100.000. Untuk membantu perhitungan model digunakan software POM yang memiliki kelebihan dalam tampilan iterasi yang lebih detil.

Keywords: 
Linear Programming,
Biaya,
Linear Programming,
Minimisasi


URL :http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3836

Silakan Download Disini

Cara Download

[16] Minimasi Arus Netral Dengan Menggunakan Autotrafo Zig-Zag Pada Sistem Distribusi Tiga Fasa Empat Kawat.

 Authors: Sipayung, Junaidy
Abstract: 
Arus netral merupakan arus balik yang mengalir pada kawat netral sistem distribusi tiga fasa empat kawat yang merupakan penjumlahan vektor dari ketiga arus fasa dalam komponen simetris. Idealnya arus netral sama dengan nol pada saat beban seimbang namun pada kenyataannya penggunaan beban non linear dan beban tidak seimbang mengakibatkan adanya arus netral dan bahkan melebihi besar arus fasanya. Arus netral yang besar mengakibatkan panas yang berlebih pada generator, menimbulkan kerusakan atau kesalahan kerja dari peralatanperalatan listrik yang terhubung pada transformator. Pada penelitian ini dilakukan minimasi arus netral pada sistem distribusi tiga fasa empat kawat dengan menggunakan autotrafo zig-zag. Pemasangan autotrafo zig-zag pada sistem distribusi tiga fasa empat kawat dapat mengurangi arus netral pada penghantar netral sistem tiga fasa empat kawat, dimana terjadi pengurangan arus netral sebesar 99,68 % yaitu dari semula 1,209934 A menjadi 0,003809 A.

Keywords: 
Arus Netral
Autotrafo Zig-Zag

URL : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3873

Silakan Download Disini 

Cara Download 
[15] Analisis Pengaruh Jumlah Panggilan Terhadap Kegagalan Paging Pada Bts Area Medan Kota Tahun 2011 ( di PT. Mobile 8 Tbk, Medan ).

Authors: Zalukhu, Jhon Henri
Abstract: 
Pada sistem komunikasi bergerak, para pelanggan bisa berada di berbagai tempat. Untuk mengetahui lokasi dari para pelanggan diperlukan fasilitas paging. Paging digunakan untuk mengetahui keberadaan mobile system (MS) di suatu location area (LA), paging biasanya di-trigger ketika ada panggilan atau sms yang akan masuk ke sisi penerima. Agar network dapat memanggil atau mengirim pesan ke sisi penerima, maka network akan melakukan paging terlebih dahulu untuk mengetahui keberadaan MS yang akan dituju. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisa hal tersebut dengan judul Analisis Pengaruh Jumlah Panggilan Terhadap Kegagalan Paging pada BTS Area Medan Kota tahun 2011. Adapun permasalahannnya yaitu untuk mengetahui berapa besar pengaruh antara call_attempt dengan tingkat kegagalan paging itu sendiri. Untuk mencari hal itu, penulis akan menggunakan sistem hipotesis regresi dan korelasi linier sederhana. Kesimpulan yang didapat dari hasil tersebut bahwa tingkat hubungan antara call_attempt dan kegagalan paging juga berpengaruh sangat besar yaitu 79,7 % dari total paging yang tidak berhasil dan 20.3% merupakan kegagalan-kegagalan oleh faktor lain.

Keywords: 
Jumlah Panggilan,
Kegagalan Paging

URL : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3876

Silakan Download Disini 

Cara Download
[14] Analisis Performansi Jaringan CDMA Berdasarkan Data Radio Base Station (RBS) PT Indosat Divisi Starone Medan.

 Authors: Lubis, Mhd.Khalid
Abstract: 
Permasalahan jaringan sering dialami oleh operator telekomunikasi. Masalah seperti kepadatan trafik (occupancy) adalah hal biasa ditemui, langkah performansi sangat penting mengingat kebutuhan akan kapasitas jaringan yang semakin besar guna memenuhi quality of service kepada pelanggan baik secara kualitas maupun kapasitas. Tugas akhir ini membahas analisis performansi jaringan CDMA berdasarkan data Radio Base Station (RBS) PT.Indosat Divisi StarOne Medan. Analisis performansi RBS dapat diketahui dengan mengukur parameter set up failure ratio, drop ratio, occupancy, diharapkan hasil pengukuran dapat memberikan solusi performansi jaringan dalam penentuan jumlah kanal trafik yang perlu ditambahkan. Dari hasil data analisis didapat untuk perhitungan paket, nilai SFR ALF dan KPA berada dalam kondisi baik yaitu dibawah 20% sedangkan RBS HEL memiliki nilai diatas 20% disebabkan masalah perangkat, rata-rata drop rate untuk keseluruhan RBS dibawah 30% dan dalam kategori baik. Untuk perhitungan occupancy didapat nilai ALF dan HEL sudah melebihi standart yang ditentukan. Langkah perencanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan kanal trafik dari 29 kanal menjadi 61 kanal didapat jumlah call max dan call rejected setelah penambahan kanal menjadi lebih besar, sedangkan untuk KPA nilai occupancy yang diukur masih dibawah standart operator 70% jadi tidak perlu dilakukan performansi dengan penambahan kanal.

Keywords: 
Performansi Jaringan CDMA
Data Radio Base Station (RBS)


URL : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3876

Silakan Download Disini 


cara download