Kamis, 18 April 2013

Esterifikasi dan Transesterifikasi


Pembuatan produk biodiesel dari Minyak Goreng Bekas dengan Cara Esterifikasi dan Transesterifikasi


 Abstrak

Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial untuk menggantikan bahan bakar solar. Bahan bakunya dapat diperbaharui dan bersifat ramah lingkungan. Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Kadar asam lemak bebas yang tinggi dalam minyak goreng bekas memerlukan pretreatment (esterifikasi) dalam proses pembuatan biodiesel. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi dan dilanjutkan dengan tahap transesterifikasi. Pada tahap esterifikasi asam lemak bebas dapat diturunkan kadarnya dari 2,5 % menjadi 1,1%. Tahap transesterifikasi didapatkan yield biodiesel sebesar 88%. Karakteristik biodiesel yang dihasilkan yaitu: viskositas dan densitas pada suhu 40oC sebesar 3,2 cSt dan 0,85 g/mL, kadar air 0,002%, indeks setana 51, titik nyala 176oC, dan titik tuang 9oC. 

Kata kunci: Biodiesel, minyak goreng bekas, esterifikasi, transesterifikasi

  Abstract

Biodiesel is a highly potential material to replace diesel fuel. Their raw materials are renewable and environmentally friendly. Frying oil can be used as raw material for making biodiesel. Free fatty acid levels are high in frying oils requiring pretreatment (esterification) in the process of making biodiesel. So in this study a two stages reaction of esterification and transesterification is carried out. At esterification of free fatty acid levels can be lowered from 2.5% to 1.1%. At transesterification stage, yield biodiesel obtained is 88%. Characteristics of biodiesel produced, namely: viscosity and density at a temperature of 40 ° C is 3.2 cSt and 0.85 g / mL respectively, water content is 0.002%, cetane index is 51, flash point is 176oC, and pour point is 9oC.
Keywords :. Biodiesel, cooking oil, esterification, transesterification
Uji Performance Mesin Diesel
Menggunakan Biodiesel Dari Minyak Goreng Bekas

Abstrak
Biodiesel dari minyak goreng bekas merupakan bahan yang sangat potensial untuk menggantikan bahan bakar solar. Selain harganya murah juga dapat mereduksi limbah. Biodiesel dicampur dengan solar dalam perbandingan 0 sampai 100 % dan selanjutnya di uji sifat fisiknya menggunakan metode ASTM. Dari hasil pengujian didapatkan biodiesel 20 % (B20) dan 40 % (B40) memenuhi standar bahan bakar solar dan selanjutnya diujikan pada mesin diesel dengan menggunakan solar sebagai pembanding. Biodiesel B20 dan B40 mampu memberikan kinerja yang baik untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Emisi gas yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan emisi solar. Hal ini membuktikan bahwa biodiesel adalah bahan bakar ramah lingkungan.
Kata kunci : 
biodiesel, 
minyak goreng bekas, 
solar, emisi gas, 
mesin diesel

Abstract
Biodiesel from waste cooking oil is very potential to replace solar fuel. Biodiesel is mixed with solar of 0-100% comparison and tested its physical properties of biodiesel using ASTM method. Biodiesel 20% (B20) and 40% (B40) are tested in diesel engine while using solar as comparison. Biodiesel B20 and B40 are able to provide good performance to be used as diesel engine’s fuel. The emission generated is lower than solar. It proves that biodiesel is an environmentally friendly fuel.

Keywords: 
biodiesel, waste cooking oil,
solar, gas emission, 
diesel engine

Klik disini untuk download free: Uji Performance Mesin Diesel.doc

cara download

Kajian Produksi Biodiesel dan Bioetanol Berbasis Mikroalga Secara Simultan



 Kajian Produksi Biodiesel dan Bioetanol Berbasis Mikroalga Secara Simultan

ABSTRAK

Mikroalga merupakan salah satu organisme yang dapat dinilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi bioenergi. Kandungan lipid dalam biomassa mikroalga spesies tertentu sangat tinggi dan ditunjang dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Secara matematis produktivitasnya mencapai lebih dari 20 kali produktivitas minyak sawit dan 80 kali minyak jarak. Kadar karbohidrat mikroalga juga tinggi, dan secara matematis produktivitas bioetanolnya mencapai lebih dari 100 kali ubi singkong. Dengan demikian biomassa sisa produksi biodiesel dari mikroalga berpotensi digunakan untuk memproduksi bioetanol sehingga produktivitas energi berbasis mikroalga dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan biodiesel dari bahan baku mikroalga dan mengkaji penggunaan sisa produksinya sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Kajian difokuskan pada kondisi optimum pembuatan biodiesel dengan parameter yield dan ketercapaian standar kualitas biodiesel (kegiatan tahun I). Biomassa mikroalga sisa pengolahan biodiesel dikonversi menjadi bioetanol dengan cara difermentasi. Kajian  difokuskan pada kondisi fermentasi optimum dengan parameter yield, ketercapaian kualitas standar bioetanol dan kadar bioetanol yang diperoleh (kegiatan tahun II).

Kata kunci: bioenergi, mikroalga, biodiesel, bioetanol.

MIXER PENGADUK ADONAN



MIXER PENGADUK ADONAN UNTUK PENGRAJIN SENI FIBERGLASS
Slamet Karyono
Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, FT UNY 085664199691,slamet.karyono@gmail.com
Subiyono
Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, FT UNY 08121575384, subiyono@uny.ac.id


Alat-alat produksi yang dipakai oleh para pengrajin fiberglass di Prambanan Yogyakarta masih sangat sederhana. Ada 2 alat utama yang biasa dipakai oleh pengrajin yang menyebabkan pengaruh secara langsung baik pada kualitas dan kuantitas produk kerajinan. Untuk pencampuran adonan fiberglass, para pengrajin menggunakan alat seadanya dan untuk finishing pengecatan, para pengrajin menggunakan kuas tangan. Dari kedua alat tersebut, alat mixer adonan fiberglass yang kali ini dipilih untuk dibuat rancang bangunnya.
Mesin mixer yang dirancang ini menggunakan model pengaduk elliptic vertikal dengan radius yang lebih besar pada bagian bawah. Maksud dari desain ini agar ketika dilakukan pengadukan akan terjadi aliran cairan yang menurun dan menyamping pada daerah putaran pengaduk dan terjadi aliran menaik pada daerah di luar putaran pengaduk. Bentuk dari pengaduk ini merupakan solusi dari tujuan untuk menghasilkan adonan fiberglass yang homogen. Dudukan putar merupakan tempat kedudukan ember plastik berisi adonan fiberglass yang akan dicampur. Ember ini akan berputar secara otomatis ketika pengadukan berlangsung. Dengan demikian terjadi percepatan pengadukan dan pencampuran adonan yang homogen. Motor listrik yang dipakai menggunakan daya ¼ PK dengan kecepatan putaran motor 1425 rpm. Kecepatan motor ini kemudian diturunkan setengahnya dengan melalui transmisi pulley. Kinerja mesin mixer kemudian dibandingkan antara mesin yang lama dengan mesin yang baru terkait dengan bentuk desain pengaduk dan dudukan yang berbeda. Mixer lama menggunakan pengaduk batang bentuk L tunggal, mixer baru menggunakan pengaduk ganda dengan bentuk elliptic bersilangan. Mixer lama menggunakan dudukan diam, sedangkan mixer baru menggunakan dudukan putar.Produktivitas kedua mixer kemudian dibandingkan baik dilihat dari sisi kuantitas dan kualitas adukan.