[23] Analisis Unjuk Kerja Jaringan Pada Sistem CDMA
(Studi Kasus Telkom Flexi Medan).
Abstract:
Teknologi seluler yang bersifat mobile saat ini berkembang begitu pesat seiring dengan kebutuhan informasi yang semakin tinggi sehingga diperlukan kualitas jaringan yang memadai. Pada tugas akhir ini akan dianalisis unjuk kerja jaringan CDMA dengan operator Flexi berdasarkan persentase tingkat kesuksesan panggilan, call drop, soft handoff dan juga tingkat Key Performance Index (KPI) meliputi EcIo Level, Mx Power, Tx Power, FFER sebagai parameter yang menunjukan kinerja dari sebuah jaringan operator seluler CDMA. Dari analisis diketahui bahwa kinerja jaringan pada cluster 2 meliputi (Medan Amplas, Medan Sunggal, Medan Baru) masih dalam kondisi yang memenuhi standar lebih baik dibandingkan cluster 7 meliputi (Lubuk Pakam, Batang Kuis, Perbaungan, Talun Kenas, Langkat atau yang tergolong sub urban). Diperoleh nilai KPI terendah pada cluster 7, -15 dB≤ Ec/Io ≥ -12 dB, -115 dBm ≤ Mx Power ≥ -95 dBm, -10 dBm ≤ Tx Power ≥ 15 dBm lebih banyak dibandingkan cluster 2, dan nilai FFER pada cluster 7 mencapai 50.7 % . Persentase nilai CSSR cluster 2, CSSR ≤ 99% sebesar 23%, CSSR ≥ 99% sebesar 76% dan pada cluster 7, CSSR ≤ 99% sebesar 77.2%, CSSR ≥ 99% sebesar 22.7% . Persentase nilai CDR pada cluster 2 memenuhi standar network performance improvement yaitu ≤ 2% sedangkan pada cluster 7 area BTS MARTABE dan ARAS KABU memiliki nilai CDR ≥ 2%. Persentase nilai soft handoff Intra_BS cluster 2 dan cluster 7 mencapai nilai rata-rata sedangkan soft handoff inter_BS tidak merata. Hal ini menunjukkan unjuk kerja jaringan pada cluster 7 masih kurang maksimal karena tidak sesuai dengan standar normal sehingga perlu dilakukan optimalisasi agar kualitas jaringan semakin baik.
Teknologi seluler yang bersifat mobile saat ini berkembang begitu pesat seiring dengan kebutuhan informasi yang semakin tinggi sehingga diperlukan kualitas jaringan yang memadai. Pada tugas akhir ini akan dianalisis unjuk kerja jaringan CDMA dengan operator Flexi berdasarkan persentase tingkat kesuksesan panggilan, call drop, soft handoff dan juga tingkat Key Performance Index (KPI) meliputi EcIo Level, Mx Power, Tx Power, FFER sebagai parameter yang menunjukan kinerja dari sebuah jaringan operator seluler CDMA. Dari analisis diketahui bahwa kinerja jaringan pada cluster 2 meliputi (Medan Amplas, Medan Sunggal, Medan Baru) masih dalam kondisi yang memenuhi standar lebih baik dibandingkan cluster 7 meliputi (Lubuk Pakam, Batang Kuis, Perbaungan, Talun Kenas, Langkat atau yang tergolong sub urban). Diperoleh nilai KPI terendah pada cluster 7, -15 dB≤ Ec/Io ≥ -12 dB, -115 dBm ≤ Mx Power ≥ -95 dBm, -10 dBm ≤ Tx Power ≥ 15 dBm lebih banyak dibandingkan cluster 2, dan nilai FFER pada cluster 7 mencapai 50.7 % . Persentase nilai CSSR cluster 2, CSSR ≤ 99% sebesar 23%, CSSR ≥ 99% sebesar 76% dan pada cluster 7, CSSR ≤ 99% sebesar 77.2%, CSSR ≥ 99% sebesar 22.7% . Persentase nilai CDR pada cluster 2 memenuhi standar network performance improvement yaitu ≤ 2% sedangkan pada cluster 7 area BTS MARTABE dan ARAS KABU memiliki nilai CDR ≥ 2%. Persentase nilai soft handoff Intra_BS cluster 2 dan cluster 7 mencapai nilai rata-rata sedangkan soft handoff inter_BS tidak merata. Hal ini menunjukkan unjuk kerja jaringan pada cluster 7 masih kurang maksimal karena tidak sesuai dengan standar normal sehingga perlu dilakukan optimalisasi agar kualitas jaringan semakin baik.
Keywords:
Informasi,
Teknologi
Informasi,
Teknologi
Silakan Download Disini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar