KERACUNAN NITRAT-NITRIT PADA TERNAK
RUMINANSIA DAN UPAYA PENCEGAHANNYA
Yuningsih
Balai Besar Penelitian Veteriner, Jalan R.E. Martadinata No. 30,
Kotak Pos 151, Bogor 16114
ABSTRAK
Keracunan
nitrat merupakan masalah utama pada ternak ruminansia. Keracunan disebabkan
ternak mengkonsumsi hijauan yang mengandung nitrat tinggi akibat pemupukan. Di
dalam rumen, nitrat akan direduksi menjadi nitrit yang toksik. Jika diabsorpsi
darah, nitrit akan mengubah pembentukan Hb (Fe2+) menjadi MetHb (Fe3+) dalam
darah sehingga darah tidak mampu membawa oksigen. Akibatnya jaringan kekurangan
oksigen (hypoxia). Bila kandungan MetHb dalam darah mencapai 80−90%
maka ternak akan mati. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diketahui proses
keracunan nitrat pada ternak dengan menganalisis kandungan nitrat dalam pakan
(hijauan) dan air minum. Perlu pula mendiagnosis keracunan nitrat berdasarkan
gejala yang timbul dan menganalisis kandungan nitrat dalam pakan. Pengobatan
keracunan nitrat pada ternak dilakukan dengan menginjeksikan larutan methylene
blue untuk mereduksi MetHb menjadi Hb. Pencegahan yang utama ialah dengan
memantau kandungan nitrat dalam hijauan sebelum diberikan pada ternak.
Kata
kunci: Ruminansia, keracunan, nitrat, nitrit, pakan hijauan, air minum
ABSTRACT
Nitrate-nitrite
poisoning on livestock and their prevention Nitrate
poisoning is a major problem of toxicity in ruminant because of fertilization
effect in plant which can lead to nitrate accumulation. In the rumen, nitrate
is reduced to toxic nitrite. Nitrite converts haemoglobin (Fe2+) to methaemoglobin
(Fe3+), which does not bind or transport oxygen, leading to hypoxia. Death of
animal occurs if about 80−90% MetHb concentration found in the blood. To
diagnose nitrite poisoning, concentration of nitrate in forage or drinking
water will be very important. Diagnosis of nitrate poisoning could be done by
analyzing proper clinical signs and nitrate content in feed samples. Injection
of methylene blue to reduce MetHb to Hb is important to prevent animal from
nitrate poisoning. Management guidelines for reducing poisoning risk as prevention
of poisoning is recommended.
Keywords:
Ruminants, poisoning, nitrate, nitrite, forages, drinking water
Nitrat
adalah salah satu jenis senyawa kimia yang sering ditemukan di alam, seperti
dalam tanaman dan air. Senyawa ini terdapat dalam tiga bentuk, yaitu ion nitrat
(ion-NO)3, kalium nitrat (KNO3), dan nitrogen nitrat (NO3-N). Ketiga bentuk senyawa
nitrat ini menyebabkan efek yang sama terhadap ternak meskipun pada konsentrasi
yang berbeda (Stoltenow dan Lardy 1998; Cassel dan Barao 2000). Sebenarnya
nitrat tidak toksik terhadap hewan. Namun, konsumsi dalam jumlah yang
berlebihan dan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan keracunan, karena dengan
bantuan bakteri rumen, nitrat akan direduksi menjadi nitrit yang10 kali lebih
toksik dari nitrat. Selanjutnya, ion nitrit diserap dalam darah, dan bila terjadi
kontak dengan eritrosit, nitrit akan mengoksidasi Fe+2 dalam haemoglobin
(Hb) menjadi Fe3+ membentuk methaemoglobin (MetHb). Kandungan MetHb dalam darah
30−40% dapat menimbulkan gejala klinis, dan bila kandungannya mencapai 80−90%
akan menyebabkan kematian pada ternak (Clarke dan Clarke 1976; Osweiler et
al. 1976). Menurut Robson (2007), beberapa hewan dapat mentoleransi kandungan
MetHb sampai 50% tanpa menimbulkan gejala sakit. Namun, bila kandungan MetHb
melebihi 80% akan menyebabkan kematian pada hewan.
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Ruminansia,nitrat .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Ruminansia,nitrat .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar