Jumat, 01 Februari 2013

Jurnal Nitrat-nitrit




KERACUNAN NITRAT-NITRIT PADA HEWAN

SERTA KEJADIANNYA DI INDONESIA
YUNINGSIH
Balai Penelitian Veteriner
ABSTRAK
Nitrat dapat ditemukan di alam, misalnya dalam tanaman, pupuk, dan dalam air. Terjadinya keracunan nitrat-nitrit pada hewan sebagai akibat yang mengkonsumsi tanaman yang mengandung nitrat tinggi, sehingga terjadi reaksi reduksi, bakteri rumen mereduksi nitrat menjadi nitrit yang bersifat toksik pada hewan. Bila nitrit diabsorpsi dalam darah akan mengakibatkan perubahan haemoglobin (Hb) menjadi methaemoglobin (MetHb) yang tidak dapat mengambil oksigen sehingga menyebabkan hipoksia dengan jumlah MetHb mencapai 20-30%. Apabila keadaan ini terus berlanjut perubahan MetHb dapat mencapai 80%-90% dan dapat menyebabkan kematian bagi hewan. Perubahan MetHb yang cukup tinggi dapat juga dicirikan dengan perubahan darahnya, dari warna merah (normal) menjadi kecoklatan, sebagai ciri yang spesifik dari keracunan nitrat-nitrit. Beberapa kasus keracunan nitrat-nitrit yang terjadi di Bogor, Bandung, Sukabumi, Jakarta, dan Kupang dari tahun 1992-1997 akibat mengkonsumsi rumput yang mengandung nitrat tinggi dan menyebabkan kematian pada hewan zebra, sapi perah, kuda, domba, dan itik. Secara berurutan pada masing-masing pakan hewan tersebut terdapat 6.250, 8.000, 2.000, 5.000 mg/kg nitrat dan 10 mg/kg nitrit.
Rata-rata rumput yang mengandung nitrat cukup tinggi tersebut yang mungkin disebabkan perlakuan pemupukan yang berlebihan dengan pupuk buatan atau pupuk organik.
 
Kata kunci : Keracunan, nitrat, nitrit, hewan, rumput, air 


ABSTRACT
NITRATE - NITRITE TOXICOSIS IN ANIMALS AND THEIR CASES IN INDONESIA
Nitrate is naturally present in the environment such as in plants, fertilized soil, and water. Toxicity of nitrate-nitrite in animals occurred when these animals consumed grasses or plants, which contained high level of nitrate. As a consequence nitrate is converted into lethal nitrite by the bacteria in the rumen. When nitrite is absorbed into the blood, haemoglobine (Hb) is converted by nitrite into methaemoglobine (MetHb) which reduces the oxygen uptake, if MetHb level reaches 20-30%. As a consequence the suffering animals show difficulty in breathing, the clinical sign develop when MetHb reaches 80-90%, causing the death of the animals and this MetHb levels result in brown discoloration of the blood, as a characteristic of nitrate-nitrite poisoning. Several cases of nitrate-nitrite poisoning were reported from Bogor, Bandung, Sukabumi, Jakarta, and Kupang in various animals from the year 1992 to 1997. It was reported that 6,250; 8,000; 2,000; 5,000 mg/kg nitrate and 10 mg/kg nitrite detected in the feed of zebra, dairy cattle, horse, sheep, and duck respectively. The grass containing high level of nitrate was probably due to over fertilized with organic and inorganic fertilizers.
Key words : Poisoning, nitrate, nitrite, animals, grass, water

PENDAHULUAN
Nitrat adalah salah satu jenis senyawa kimia yang sering ditemukan di alam, seperti dalam tanaman, pupuk dan sebagainya. Sebenarnya nitrat ini kurang beracun dibandingkan dengan nitrit. Kandungan nitrat dalam hijauan yang dikonsumsi oleh hewan dalam konsentrasi tinggi, maka nitrat dalam rumen akan direduksi menjadi nitrit oleh bakteri rumen dan dapat mematikan hewan. Perubahan nitrat menjadi nitrit ini tidak hanya terjadi dalam rumen, tetapi dapat juga terjadi pada waktu proses pencincangan/perlakuan fisik pada hijauan sebelum diberikan pada hewan ternak. Pada hijauan yang mengandung nitrat cukup tinggi, kemudian pada perlakuan pencincangan akan ada reaksi panas (gesekan) yang akan membantu terjadinya reaksi reduksi nitrat menjadi nitrit dalam hijauan tersebut. Begitu juga, kondisi panas dalam penyimpanan harus dihindarkan dengan cara ventilasi udara harus cukup, terutama apabila penyimpanannya dalam suatu tempat yang tertutup, misalnya gudang (JONES, 1993). Jumlah nitrat yang mengakibatkan keracunan pada ternak bervariasi, tergantung pada jumlah nitrat yang dikonsumsi, jenis makanan dan jumlah karbohidrat dalam makanan (VERMUNT dan VISSER, 1987). Setelah terjadi perubahan nitrat menjadi nitrit, maka nitrit ini akan diserap ke dalam aliran darah sehingga akan mengoksidasi ferrous menjadi ferric dalam haemoglobin (Hb) dan mengubah Hb menjadi methaemoglobin (MetHb). Apabila perubahan Hb menjadi MetHb ini mencapai 20-30% dari nilai Hb

Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Nitrat-nitrit .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar