KERACUNAN
NITRAT-NITRIT PADA HEWAN
SERTA KEJADIANNYA DI
INDONESIA
YUNINGSIH
Balai Penelitian
Veteriner
ABSTRAK
Nitrat dapat ditemukan di alam, misalnya dalam tanaman, pupuk, dan
dalam air. Terjadinya keracunan nitrat-nitrit pada hewan sebagai akibat yang
mengkonsumsi tanaman yang mengandung nitrat tinggi, sehingga terjadi reaksi
reduksi, bakteri rumen mereduksi nitrat menjadi nitrit yang bersifat toksik
pada hewan. Bila nitrit diabsorpsi dalam darah akan mengakibatkan perubahan
haemoglobin (Hb) menjadi methaemoglobin (MetHb) yang tidak dapat mengambil
oksigen sehingga menyebabkan hipoksia dengan jumlah MetHb mencapai 20-30%.
Apabila keadaan ini terus berlanjut perubahan MetHb dapat mencapai 80%-90% dan
dapat menyebabkan kematian bagi hewan. Perubahan MetHb yang cukup tinggi dapat
juga dicirikan dengan perubahan darahnya, dari warna merah (normal) menjadi
kecoklatan, sebagai ciri yang spesifik dari keracunan nitrat-nitrit. Beberapa
kasus keracunan nitrat-nitrit yang terjadi di Bogor, Bandung, Sukabumi,
Jakarta, dan Kupang dari tahun 1992-1997 akibat mengkonsumsi rumput yang
mengandung nitrat tinggi dan menyebabkan kematian pada hewan zebra, sapi perah,
kuda, domba, dan itik. Secara berurutan pada masing-masing pakan hewan tersebut
terdapat 6.250, 8.000, 2.000, 5.000 mg/kg nitrat dan 10 mg/kg nitrit.
Rata-rata
rumput yang mengandung nitrat cukup tinggi tersebut yang mungkin disebabkan
perlakuan pemupukan yang berlebihan dengan pupuk buatan atau pupuk organik.
Kata
kunci : Keracunan, nitrat, nitrit, hewan, rumput,
air
ABSTRACT
NITRATE - NITRITE
TOXICOSIS IN ANIMALS AND THEIR CASES IN INDONESIA
Nitrate is naturally present in the environment such as in plants,
fertilized soil, and water. Toxicity of nitrate-nitrite in animals occurred
when these animals consumed grasses or plants, which contained high level of
nitrate. As a consequence nitrate is converted into lethal nitrite by the
bacteria in the rumen. When nitrite is absorbed into the blood, haemoglobine
(Hb) is converted by nitrite into methaemoglobine (MetHb) which reduces the
oxygen uptake, if MetHb level reaches 20-30%. As a consequence the suffering
animals show difficulty in breathing, the clinical sign develop when MetHb
reaches 80-90%, causing the death of the animals and this MetHb levels result
in brown discoloration of the blood, as a characteristic of nitrate-nitrite
poisoning. Several cases of nitrate-nitrite poisoning were reported from Bogor,
Bandung, Sukabumi, Jakarta, and Kupang in various animals from the year 1992 to
1997. It was reported that 6,250; 8,000; 2,000; 5,000 mg/kg nitrate and 10
mg/kg nitrite detected in the feed of zebra, dairy cattle, horse, sheep, and
duck respectively. The grass containing high level of nitrate was probably due
to over fertilized with organic and inorganic fertilizers.
Key
words : Poisoning, nitrate, nitrite, animals, grass, water
PENDAHULUAN
Nitrat adalah salah satu jenis senyawa kimia yang sering ditemukan
di alam, seperti dalam tanaman, pupuk dan sebagainya. Sebenarnya nitrat ini
kurang beracun dibandingkan dengan nitrit. Kandungan nitrat dalam hijauan yang
dikonsumsi oleh hewan dalam konsentrasi tinggi, maka nitrat dalam rumen akan
direduksi menjadi nitrit oleh bakteri rumen dan dapat mematikan hewan.
Perubahan nitrat menjadi nitrit ini tidak hanya terjadi dalam rumen, tetapi
dapat juga terjadi pada waktu proses pencincangan/perlakuan fisik pada hijauan
sebelum diberikan pada hewan ternak. Pada hijauan yang mengandung nitrat cukup
tinggi, kemudian pada perlakuan pencincangan akan ada reaksi panas (gesekan)
yang akan membantu terjadinya reaksi reduksi nitrat menjadi nitrit dalam
hijauan tersebut. Begitu juga, kondisi panas dalam penyimpanan harus
dihindarkan dengan cara ventilasi udara harus cukup, terutama apabila
penyimpanannya dalam suatu tempat yang tertutup, misalnya gudang (JONES, 1993).
Jumlah nitrat yang mengakibatkan keracunan pada ternak bervariasi, tergantung
pada jumlah nitrat yang dikonsumsi, jenis makanan dan jumlah karbohidrat dalam
makanan (VERMUNT dan VISSER, 1987). Setelah terjadi perubahan nitrat menjadi
nitrit, maka nitrit ini akan diserap ke dalam aliran darah sehingga akan
mengoksidasi ferrous menjadi ferric dalam haemoglobin (Hb) dan mengubah Hb
menjadi methaemoglobin (MetHb). Apabila perubahan Hb menjadi MetHb ini mencapai
20-30% dari nilai Hb
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Nitrat-nitrit .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Nitrat-nitrit .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar