Jumat, 01 Februari 2013

Jurnal Jar Test



EFEKTIVITAS PATI-FOSFAT DAN ALUMINIUM SULFAT
SEBAGAI FLOKULAN DAN KOAGULAN
Amilia Linggawati*, Muhdarina, Harapan Sianturi
Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Riau

ABSTRACT
The combination of Aluminium sulphate (3500 ppm) and phosphate starch (500 ppm) is effective as flocculant and coagulant of wastewater treatment at CMTF 7F-83, Minas SBU. Flocculant and coagulant ability on this particular condition were able to decrease wastewater turbidity up to 99.96% (from 9200 NTU to 4NTU), TSS up to 88.24% (1700 mg/l to 200 mg/L), TDS up to 53.52% (from 7100 mg/l to 3300 mg/l) and pH up to 41.69%, from 11,02 into 6.42. The particular flocculant was able to increase floc diameter for about 350-400% (d1 into d5), while the sedimentation velocity is 41.5992-93.5982 cm/s. According to KEPMENLH/ 42/MENLH/10/1996, the final wastewater pH is acceptable for the liquid pollution quality standard. The result of TSS and TDS analysis shows the acceptable value for the liquid pollution standard for industry (KEP-51/MENLH/10/1995).
Keywords: coagulant, CMTF 7F-83 MINAS, flocculant

PENDAHULUAN
       Eksplorasi sebagai usaha mencari cadangan minyak bumi juga menghasilkan buangan pengeboran berupa limbah cair. Limbah cair tersebut bercampur lumpur yang menyebabkan tingkat kekeruhan air buangan semakin tinggi. Hasil analisis limbah cair pada Central Mud Treatment Facility (CMTF 7F-83), salah satu unit penampungan limbah PT CPI Minas SBU pada tanggal 14 Desember 1999 mengandung total dissolved solid (TDS) sebesar 1540 mg/l dan total suspended solid (TSS) 9744 mg/l (CPI 1999). Limbah ini dimasukkan ke dalam kolam pengendapan untuk mengendapkan partikel padat tersuspensi. Pengolahan air buangan dilakukan agar memenuhi baku mutu limbah cair menurut Kepmen-LH no. 42/MEN/LH/10/ 1996 dan baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri menurut Kep-51/MENLH/10/1995. Diameter pengotor di dalam limbah bervariasi antara beberapa   mikron angstrom sampai beberapaangstrom. Sebahagian besar dari pengotor ini dapat dihilangkan dengan pengendapan. Partikel-partikelyang  berdiameter sangat kecil memerlukan waktu lama untuk mengendap karena partikel-partikel ini harus lebih dahulu menggumpal  menjadi partikel  yang lebih besar agar mudah mengendap. Kotoran yang terkandung di dalam air merupakan sol hidrofob, dapat dikoagulasi dengan elektrolit. 
      Sol hidrofob mempunyai sifat listrik,  dengan penambahan ion-ion yang mempunyai muatan berlawanan akan menimbulkan  destabilisasi partikel koloid. Lapisan difusi akan mengecil  dan memungkinkan bekerjanya gaya tarik menarik antara partikel koloid dengan ion-ion dari elektrolit yang muatannya berlawanan. Diharapkan muatan ini dapat dinetralkan, sehingga terjadi penggumpalan  dan akhirnya mengendap. Flokulan merupakan suatu bahan yang dibutuhkan untuk mendekatkan jarak antar partikel agar membentuk agregat yang cukup besar (flok) sehingga mengendap lebih cepat. Kecepatan pengendapan biasanya diperbesar dengan aluminium sulfat. Menurut  Linggawati & Muhdarina (2001) pati sagu yang  difosfatasi dengan garam disodium fosfat dapat berfungsi sebagai flokulan. Pati-fosfat ini mampu memperbesar diameter flok air  sungai Siak ke tingkat d3 (diameter 0,75 mm-1,00 mm), menurunkan turbiditas 16,7% dan meningkatkan pH air dari 5,5 menjadi 6,68. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah CMTF 7F-83 dengan mempergunakan campuran aluminium sulfat dan pati fosfat pada nisbah 5:1, 5:2, 5:3, 7:1, 7:2, 7:3, 8:1, 8:2, dan 8:3. 
        Selain untuk menguji kemampuan (efektivitas) campuran tersebut mengolah limbah, penelitian ini juga bertujuan untuk  memanfaatkan pati-fosfat, sekaligus upaya mengurangi pemakaian aluminium sulfat pada proses awal penjernihan air yang tercemar.Untuk mengetahui efektivitas aluminium dan pati-fosfat sebagai flokulan dan koagulan, dilakukan analisis air limbah CMTF 7F-83 Minas sebelum dan setelah penambahan kedua bahan tersebut. Parameter yang dianalisis adalah kekeruhan dengan turbidimeter, pH dengan pHmeter, TDS dan TSS secara gravimetri, dan diameter flok dengan jar test.

Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Jar Test.doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip 


1 komentar: