EFEKTIVITAS
PATI-FOSFAT DAN ALUMINIUM SULFAT
SEBAGAI
FLOKULAN DAN KOAGULAN
Amilia
Linggawati*, Muhdarina, Harapan Sianturi
Jurusan
Kimia, FMIPA, Universitas Riau
ABSTRACT
The combination of Aluminium sulphate (3500 ppm) and phosphate starch
(500 ppm) is effective as flocculant and coagulant of wastewater treatment at
CMTF 7F-83, Minas SBU. Flocculant and coagulant ability on this particular
condition were able to decrease wastewater turbidity up to 99.96% (from 9200
NTU to 4NTU), TSS up to 88.24% (1700 mg/l to 200 mg/L), TDS up to 53.52% (from
7100 mg/l to 3300 mg/l) and pH up to 41.69%, from 11,02 into 6.42. The
particular flocculant was able to increase floc diameter for about 350-400% (d1
into d5), while the sedimentation velocity is 41.5992-93.5982 cm/s. According
to KEPMENLH/ 42/MENLH/10/1996, the final wastewater pH is acceptable for the
liquid pollution quality standard. The result of TSS and TDS analysis shows the
acceptable value for the liquid pollution standard for industry
(KEP-51/MENLH/10/1995).
Keywords: coagulant, CMTF
7F-83 MINAS, flocculant
PENDAHULUAN
Eksplorasi
sebagai usaha mencari cadangan minyak bumi juga menghasilkan buangan pengeboran
berupa limbah cair. Limbah cair tersebut bercampur lumpur yang menyebabkan
tingkat kekeruhan air buangan semakin tinggi. Hasil analisis limbah cair pada Central
Mud Treatment Facility (CMTF 7F-83), salah satu unit penampungan limbah PT
CPI Minas SBU pada tanggal 14 Desember 1999 mengandung total dissolved solid
(TDS) sebesar 1540 mg/l dan total suspended solid (TSS) 9744 mg/l (CPI
1999). Limbah ini dimasukkan ke dalam kolam pengendapan untuk mengendapkan
partikel padat tersuspensi. Pengolahan air buangan dilakukan agar memenuhi baku
mutu limbah cair menurut Kepmen-LH no. 42/MEN/LH/10/ 1996 dan baku mutu limbah
cair bagi kegiatan industri menurut Kep-51/MENLH/10/1995. Diameter pengotor di
dalam limbah bervariasi antara beberapa
mikron angstrom sampai beberapaangstrom. Sebahagian besar dari pengotor
ini dapat dihilangkan dengan pengendapan. Partikel-partikelyang berdiameter sangat kecil memerlukan waktu lama
untuk mengendap karena partikel-partikel ini harus lebih dahulu menggumpal menjadi partikel yang lebih besar agar mudah mengendap. Kotoran
yang terkandung di dalam air merupakan sol hidrofob, dapat dikoagulasi dengan
elektrolit.
Sol hidrofob mempunyai sifat listrik, dengan penambahan ion-ion yang mempunyai muatan
berlawanan akan menimbulkan destabilisasi
partikel koloid. Lapisan difusi akan mengecil
dan memungkinkan bekerjanya gaya tarik menarik antara partikel koloid
dengan ion-ion dari elektrolit yang muatannya berlawanan. Diharapkan muatan ini
dapat dinetralkan, sehingga terjadi penggumpalan dan akhirnya mengendap. Flokulan merupakan
suatu bahan yang dibutuhkan untuk mendekatkan jarak antar partikel agar membentuk
agregat yang cukup besar (flok) sehingga mengendap lebih cepat. Kecepatan
pengendapan biasanya diperbesar dengan aluminium sulfat. Menurut Linggawati & Muhdarina (2001) pati sagu
yang difosfatasi dengan garam disodium fosfat
dapat berfungsi sebagai flokulan. Pati-fosfat ini mampu memperbesar diameter
flok air sungai Siak ke tingkat d3
(diameter 0,75 mm-1,00 mm), menurunkan turbiditas 16,7% dan meningkatkan pH air
dari 5,5 menjadi 6,68. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah CMTF
7F-83 dengan mempergunakan campuran aluminium sulfat dan pati fosfat pada
nisbah 5:1, 5:2, 5:3, 7:1, 7:2, 7:3, 8:1, 8:2, dan 8:3.
Selain untuk menguji
kemampuan (efektivitas) campuran tersebut mengolah limbah, penelitian ini juga bertujuan
untuk memanfaatkan pati-fosfat,
sekaligus upaya mengurangi pemakaian aluminium sulfat pada proses awal
penjernihan air yang tercemar.Untuk mengetahui efektivitas aluminium dan
pati-fosfat sebagai flokulan dan koagulan, dilakukan analisis air limbah CMTF
7F-83 Minas sebelum dan setelah penambahan kedua bahan tersebut. Parameter yang
dianalisis adalah kekeruhan dengan turbidimeter, pH dengan pHmeter, TDS dan TSS
secara gravimetri, dan diameter flok dengan jar test.
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Jar Test.doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Jar Test.doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
mana LInk downloadnya gan..!!
BalasHapusntar send keemailku eya ...