PRALAKUAN
KOAGULASI DALAM PROSES PENGOLAHAN
AIR
DENGAN MEMBRAN: PENGARUH WAKTU
PENGADUKAN
PELAN KOAGULAN ALUMINIUM SULFAT
TERHADAP
KINERJA MEMBRAN
Eva
Fathul Karamah, Andrie Oktafauzan Lubis
Program
Studi Teknik Kimia, Departemen Teknik Gas & Petrokimia
Fakultas
Teknik Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
Abstract
To prolong
membrane’s lifetime and improve its removal performances in the water treatment
process, the microfiltration feed has to be pretreated by
coagulation-flocculation. The successful coagulation-flocculation and finally
the membrane’s performance are strongly influenced by time of coagulant slow
mixing. In this research, the time of this slow mixing is varied from 5, 10,
15, 20 and 25 minutes. The feed water pH is 7,3, with Total Dissolved Solid
(TDS) of 524-540 mg/L and Chemical Oxygen Demandn (COD) of 45-54 mg/L. The
coagulant that is used is 50 ppm dosage of Aluminum Sulphate. Coagulation
effectivity and microfiltration membrane performances increase with increasing
time of slow mixing until the optimum time is reached. The optimum time
resulted from this research is 10
minutes, which
give the maximum coagulation effectivity and the best membrane performances for
4 hours of operating time, those are:
• Coagulation
effectivity based on TDS removal : 45,1 %
• Coagulation
effectivity based on COD reduction : 39 %
• Permeate
flux : 0,016 m3/m2.hour
• Rejection
percent based on TDS : 35 %
• Rejection
percent based on COD : 39 %
At the longer
time of slow mixing than the optimum one, both coagulation effectivity and microfiltration
membrane’s performances will decrease because of the flocs break out.
Key word: microfiltration, water treatment,
coagulation, aluminium sulphate, slow mixing
Abstrak
Untuk
memperpanjang umur membran dan meningkatkan kinerja pemisahan membran
mikrofiltrasi dalam pengolahan air bersih, perlu dilakukan pralakuan
koagulasi-flokulasi pada umpan membran. Salah satu faktor yang mempengaruhi
keberhasilan proses koagulasi-flokulasi dan akhirnya juga berpengaruh terhadap
kinerja membran adalah waktu pengadukan pelan koagulan. Pada penelitian ini
divariasikan waktu pengadukan pelan yaitu selama 5, 10, 15, 20 dan 25 menit. Umpan
proses memiliki derajat keasaman (pH) 7,3, kadar padatan terlarut (TDS) antara
524-540 mg/L dan kandungan zat organik (COD) antara 45-54 mg/L. Koagulan yang
digunakan adalah aluminium sulfat dengan dosis 50 ppm.
Efektifitas
koagulasi dan kinerja membran mikrofiltrasi meningkat dengan penambahan waktu pengadukan
pelan hingga dicapai waktu pengadukan pelan optimum. Waktu pengadukan optimum yang
dihasilkan dalam penelitian ini adalah selama 10 menit, yang menghasilkan harga
maksimum pada efektifitas koagulasi dan kinerja membran selama 4 jam operasi
sebagai berikut :
• Efektifitas
koagulasi berdasarkan penurunan TDS : 45,1 %
• Efektifitas
koagulasi berdasarkan penurunan COD : 39 %
• Fluks
permeat : 0,016 m3/m2.jam
• Persen
rejeksi terhadap kadar TDS : 35 %
• Persen
rejeksi terhadap kadar COD : 39 %
Pada waktu
pengadukan yang lebih besar dari waktu pengadukan optimum, efektifitas
koagulasi, dan kinerja membran mikrofiltrasi akan turun dikarenakan pecahnya
flok yang telah terbentuk.
Kata kunci: mikrofiltrasi, pengolahan air, koagulasi,
aluminium sulfat, pengadukan pelan
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Water Treatment .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Read More...
Klik disini untuk download free: Jurnal Water Treatment .doc
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar