Kamis, 31 Januari 2013

Jurnal Water Treatment



PRALAKUAN KOAGULASI DALAM PROSES PENGOLAHAN
AIR DENGAN MEMBRAN: PENGARUH WAKTU
PENGADUKAN PELAN KOAGULAN ALUMINIUM SULFAT
TERHADAP KINERJA MEMBRAN
Eva Fathul Karamah, Andrie Oktafauzan Lubis
Program Studi Teknik Kimia, Departemen Teknik Gas & Petrokimia
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Abstract
To prolong membrane’s lifetime and improve its removal performances in the water treatment process, the microfiltration feed has to be pretreated by coagulation-flocculation. The successful coagulation-flocculation and finally the membrane’s performance are strongly influenced by time of coagulant slow mixing. In this research, the time of this slow mixing is varied from 5, 10, 15, 20 and 25 minutes. The feed water pH is 7,3, with Total Dissolved Solid (TDS) of 524-540 mg/L and Chemical Oxygen Demandn (COD) of 45-54 mg/L. The coagulant that is used is 50 ppm dosage of Aluminum Sulphate. Coagulation effectivity and microfiltration membrane performances increase with increasing time of slow mixing until the optimum time is reached. The optimum time resulted from this research is 10
minutes, which give the maximum coagulation effectivity and the best membrane performances for 4 hours of operating time, those are:
Coagulation effectivity based on TDS removal : 45,1 %
Coagulation effectivity based on COD reduction : 39 %
Permeate flux : 0,016 m3/m2.hour
Rejection percent based on TDS : 35 %
Rejection percent based on COD : 39 %
At the longer time of slow mixing than the optimum one, both coagulation effectivity and microfiltration membrane’s performances will decrease because of the flocs break out.
Key word: microfiltration, water treatment, coagulation, aluminium sulphate, slow mixing

Abstrak
Untuk memperpanjang umur membran dan meningkatkan kinerja pemisahan membran mikrofiltrasi dalam pengolahan air bersih, perlu dilakukan pralakuan koagulasi-flokulasi pada umpan membran. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses koagulasi-flokulasi dan akhirnya juga berpengaruh terhadap kinerja membran adalah waktu pengadukan pelan koagulan. Pada penelitian ini divariasikan waktu pengadukan pelan yaitu selama 5, 10, 15, 20 dan 25 menit. Umpan proses memiliki derajat keasaman (pH) 7,3, kadar padatan terlarut (TDS) antara 524-540 mg/L dan kandungan zat organik (COD) antara 45-54 mg/L. Koagulan yang digunakan adalah aluminium sulfat dengan dosis 50 ppm.
Efektifitas koagulasi dan kinerja membran mikrofiltrasi meningkat dengan penambahan waktu pengadukan pelan hingga dicapai waktu pengadukan pelan optimum. Waktu pengadukan optimum yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah selama 10 menit, yang menghasilkan harga maksimum pada efektifitas koagulasi dan kinerja membran selama 4 jam operasi sebagai berikut :
Efektifitas koagulasi berdasarkan penurunan TDS : 45,1 %
Efektifitas koagulasi berdasarkan penurunan COD : 39 %
Fluks permeat : 0,016 m3/m2.jam
Persen rejeksi terhadap kadar TDS : 35 %
Persen rejeksi terhadap kadar COD : 39 %
Pada waktu pengadukan yang lebih besar dari waktu pengadukan optimum, efektifitas koagulasi, dan kinerja membran mikrofiltrasi akan turun dikarenakan pecahnya flok yang telah terbentuk.
Kata kunci: mikrofiltrasi, pengolahan air, koagulasi, aluminium sulfat, pengadukan pelan

Read More... 
Klik disini untuk download free: Jurnal Water Treatment .doc 
Tunggu 5 Detik, Lalu Klik Skip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar