Rabu, 16 April 2014

Klausa Kompleks Dan Variannya

Klausa Kompleks Dan Variannya
Authors: Setia, Eddy
Issue Date: 3-May-2010
Abstract:
The term clause complex is used in Sistemic Functional Linguistics (SFL) that refers to the grammatical and semantic unit formed when two or more clauses (nexus) are linked together in certain systematic and meaningful ways. The interdependency between one clause and another in clause complex is called taxis. The structure of taxis is relational, i.e. univariate structure. There are two kinds of univariate structure, i.e. parataxis (where clauses are joined as equal) and hypotaxis (where clauses join to a main clause through a dependency relationship). Beside parataxis and hypotaxis, the discussion goes through logico-semantic relation that consists of (1) paratactic elaboration, (2) hypotactic elaboration, (3) paratactic extension, (4) hypotactic extension, (5) paratactic enhancement, (6) hypotactic enhancement, (7) paratactic idea projection, (8) hypotactic idea projection,(9) paratactic locution projection, and (10) hypotactic locution projection. The examples of clause complex given in each item are mostly taken from court texts: Bali Bom Case I, and the rest are the writer’s intuitive ones.
Keywords: SFL, clause complex, interdependency, parataxis, hypotaxis, logico-semantic relation
Pendahuluan
     Istilah klausa kompleks adalah istilah teknis yang digunakan dalam linguistik fungsional sistematik (LFS) dan istilah ini (dalam satu sisi) sama dengan kalimat dalam tata bahasa formal (dalam makalah ini tidak dibahas perbedaan keduanya). Halliday (2005:262) menjelaskan bahwa klausa kompleks merupakan bagian dari jenis klausa. Istilah Klausa sendiri oleh Eggins (2004:225 - 256) dinamai klausa kompleks. Istilah klausa taus klausa simpleks setara dengan dengan kalimat sederhana dalam tata bahasa formal dan klausa kompleks setara dengan kalimat mejmuk dan kalimat kompleks.
Dalam LFS ada empat metafungsi (eksperiensial/ pengalaman, interpersonal, tekstual, dan logis). Metafungsi eksperiensial/ pengalaman menafsirkan model pengalaman dengan status klausa sebagai representasi dan tipe struktur yang diinginkan adalah tipe struktur segmental (berdasarkan pada konsistuen). metafungsi interpersonal memerankan hubungan sosial dengan status klausa sebagai penukaran dan tipe struktur yang diinginkan adalah bergantung pada ciri - ciri prosodik - bentuk ungkapan yang berkesinambungan. Metafungsi teksual menciptakan hubungan dengan konteks dengan staturs klausa sebagai pesan dan tipe struktur yang diinginkan adalah pola kulminatif - yang paling utama ditempatkan di awal dan di akhir. dua metafungsi (interpersonal dan tekstual) tidak berkaitan langsung dengan pembahasan dalam bentuk makalah ini. Oleh sebab itu, pembahasan tidak secara rinci. Metafungsi logis berbentuk hubungan logis dan Metafungsi ini berbeda dibandingkan dengan ketiga metafungsi sebelumnya yang diwujudkan dalam klausa. Metafungsi logis diwujudkan dalam kompleks - klausa yang digunakan bersama dengan hubungan bersama dengan hubungan semantik/makna logis untuk membentuk rangkaian. Hal itulah yang dinamakan jenis struktur segmental, dengan bagian - bagian konstituen yang dipisah dengan jelas diatur ke dalam suatu kesatuan, yang secara tradisional telah dijadikan sebagai norma dalam deskripsi tata bahasa, konsep ''struktur'' yang sebenarnya.
Contoh - contoh yang diberikan pada setiap deskripsi mengenai klausa kompleks sebagaian besar dipetik dari teks peradilan (kasus bom Bali I) (tp) dan sebagian lagi berupa intuisi penulis (ip)

URl :
Download file Disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar